Berbicara mengenai kemasan, produk makanan olahan menjadi salah satu produsen terbesar dari sebuah industry kreative desain kemasan. Terlebih makanan yang akan dikomersilkan ke pasar yang lebih luas, sebuah kemasan menjadi sangat penting dan wajib untuk diperhatikan seluruh komponennya. Semakin menarik kemasan makanan bagi konsumen, hal ini memberikan kemungkinan lebih besar bagi konsumen untuk membelinya. Hal ini entah dilihat dari desainya, model kemasannya, atau oesan yang terdapat dari kemasan tersebut.

Kemasan makanan olahan memiliki banyak tujuan, selain sebagai pelindung dari produk makanan tersebut sampai dengan pemberi informasi tentang produk makanan itu sendiri. Dengan menampilkan desain yang unik, hal ini menarik perhatian konsumen. Sehingga dewasa ini, banyak produk makanan yang mempunyai kemasan yang unik mulai dari bentuknya hingga desaiinya.

Menawarkan kemasan sehingga terlihat unik sangat lazim digunakan oleh banyak produsen makanan, namun dibalik desain dan bentuk kemasan itu sendiri ada beberapa hal yang wajib diperhatikan pada sebuah kemasan makanan. Hal ini erat kaitannya dengan kewajiban yang telah diatur dalam Pasal 2 Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan (PBPOM Label Pangan) yang berbunyi:

  1. Setiap orang yang memproduksi pangan olahan di dalam negeri untuk diperdagangkan wajib mencantumkan label.
  2. Setiap orang yang mengimpor pangan olahan untuk diperdagangkan dalam kemasan wajib mencantumkan label pada saat memasuki wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berikut beberapa hal yang perlu dicantumkan dalam label kemasan makanan menurut PBPOM Label Pangan:

  1. Nama Produk

Nama produk terdiri atas:

  • Nama jenis pangan olahan, merupakan pernyataan atau keterangan identitas mengenai pangan olahan. Nama jenis pangan olahan harus menunjukan identitas karakteristik spesifik dari pangan olahan sesuai dengan kategori pangan.
  • Nama dagang, dapat berupa gambar, kata, huruf, angka, susunan warna dan/atau bentuk lain tersebut yang memiliki daya pembeda.
  • Jika telah diatur dalam SNI wajib, maka nama jenis sesuai dengan SNI.

  • Daftar bahan yang digunakan
  • Bahan yang digunakan seperti bahan baku, bahan tambahan pangan dan bahan penolong (tidak dicantumkan pada daftar bahan)
  • Pencantuman daftar bahan didahului dengan tulisan:
  • “daftar bahan”, “bahan yang digunakan”, “bahan-bahan”, “komposisi”.
  • Nama bahan merupakan nama yang lazim lengkap dan tidak berupa singkatan.
  • Urutan disusun secara berurutan dimulai dari bahan yang paling banyak digunakan.

  • Berat bersih atau isi bersih

Kemasan makanan harus memberikan informasi jelas mengenai berat bersih makanan tersebut.

Cara penulisan untuk berat bersih sebuah makanan:

  • Olahan padat menggunakan satuan milligram (mg), gram (g) atau kilogram (kg)
  • Olahan cair menggunakan satuan milliliter (mL), liter (l atau L)
  • Olahan semi padar menggunakan satuan milligram (mg), gram (g), kilogram (kg), milliliter (mL), liter (l atau L)

  • Nama dan alamat pihak yang memproduksi atau mengimpor

Memberikan informasi yang jelas akan alamat yang memproduksi ataupun alamat pengimpor/distributor.

Produk dalam negeri meliputi:

  • Alamat paling sedikit meliputi nama kota, kodepos, dan Indonesia produsen.
  • “Diproduksi oleh…”
  • “Diproduksi oleh…untuk…”
  • “Dikemas oleh…untuk…”
  • Pangan olahan impor
  • Alamat produsen palingh sedikir meliputi nama kota dan negara.
  • Alamat pengimpor/distributor paling sedikit meliputi nama kota, kodepos dan Indonesia.

  • Halal

Dicantumkan pada pangan olahan yang mempunyai sertifikat Halal dari Lembaga yang berwenang.

  • Tanggal dan kode produksi

Komponen ini memberikan informasi terkait kondisi pangan dalam waktu tertentu dari sisi kapan olahan tersebut dibuat.

Yang perlu diperhatikan pada komponen yang satu ini meliputi:

  • Wajib diletakan pada bagian yang mudah dilihat dan dibaca.
  • Memuat informasi mengenai riwayat produksi pangan.
  • Berupa nomor bets (batch) dan/atau waktu produksi.

  • Kedaluwarsa

Kemasan olahan wajib memberikan informasi terkait kapan produk tersebtu layak untuk dikonsumsi.

Beberapa komponen terkait kedaluwarsa:

  • Batas akhir suatu pangan olahan dijamin mutunya sepanjang penyimpanannya mengikuti petunjuk produsen.
  • Apabila masa simpan £ 3 bulan: “Baik digunakan sebelum : tanggal, bulan, tahun.
  • Apabila masa simpan > 3 bulan: “Baik digunakan sebelum : tanggal, bulan, tahun atau bulan, tahun.

Produk yang mempunyai pengecualian dalam pencantum tanggal kedaluwarsa seperti:

  • Minuman yang mengandung alcohol paling sedikit 7%
  • Roti dan kue yang mempunyai masa simpan kurang dari satu hari (24 jam)
  • Cuka

  • Nomor izin edar

Informasi mengenai Nomor Izin Edar harus sesuai dengan nomor pendaftaran baik itu BPOM maupun P-IRT.

  • Asal usul bahan pangan tertentu

Asal usul bahan pangan tertentu meliputi:

  • Asal bahan pangan tertentu dari hewan atau tumbuhan.
  • Pangan yang diproduksi melalui proses khusus.
  • Peringatan untuk pangan olahan berasal dari babi.

Label kemasan olahan merupakan satu dari banyaknya jenis kemasan yang digunakan oleh pelaku bisnis dalam hal meningkatakan nilai penjualan produknya. Hal ini menjadi krusial dalam memperhatikan komponen apa saja yang perlu dipenuhi dalam sebuah label kemasan makanan olahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0
Connecting
Please wait...
Send a message

Sorry, we aren't online at the moment. Leave a message.

Your name
* Email
* Describe your issue
Login now

Need more help? Save time by starting your support request online.

Your name
* Email
* Describe your issue
We're online!
Feedback

Help us help you better! Feel free to leave us any additional feedback.

How do you rate our support?