Mengenal Fungsi Kemasan yang Seutuhnya

Customaja.com – Kemasan atau packaging merupakan salah satu unsur pendukung yang kuat dalam proses pemasaran suatu produk, karena dalam sebuah kemasan akan membawa unsur bentuk, struktur, wana, material, citra, tipografi dan elemen-elemen desain dengan informasi produk. Inilah yang akhirya membuat produk tersebut tidak hanya dilirik karena fungsi dasar produknya tetapi juga dari segi kemasan. Kemasan sendiri mempunyai fugsi dasar untuk membungkus, melindungi, mengirim, mengeluarkan, menyimpan, mengidentifikasi dan membedakan dengan produk lain. Dasar inilah yang harus diutamakan dalam pembutan kemasan selain dari sisi estetikanya.

Seperti yang dijabarkan oleh Kotler & Keller ( 2009:27), pengemasan adalah kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau bungkus sebagai sebuah produk. Namun, sejalan dengan perkembangan zaman, fungsi dari kemasan berkembang menjadi fator yang cukup penting sebagai alat pemasaran ( Rangkuti, 2010:132 ).

Kemasan yang didesain dengan baik sesuai dengan fungsi dasar dan estetika, mampu mendorong penjualan yang sangat cepat, karena diera sekarang, konsumen tidak hanya melihat dari sisi produk yang dijual, tapi juga melihat sisi kemasan yang berbeda dan menarik.

Menurut Simamora ( 2007 ), fungsi kemasan mempunya 2 fungsi:

  1. Fungsi protektif

Fungsi ini lebih condong untuk melindungi produk yang dikemas dari perbedaan iklim, prasarana tranportasi, dan saluran distribusi. Jadi produk yang dikemas dijamin aman hingga sampai ke tangan konsumen.

  1. Fungsi Promosional

Fungsi ini lebih menitikberatkan pada sarana promosi. Sebuah perusahaan akan lebih mempertimbangkan dari sisi ketertarikan konsumen menyangkut warna, ukuran dan penampilan.

Dalam pemikiran umum, kemasan mempunyai fungsi:

  1. Sebagai wadah atau pelindung produk selama distribusi sehingga aman sampai ditangan konsumen.
  2. Melindungi dan mengawetkan produk untuk mejaga mutu produk tetap baik.
  3. Sebagai identitas produk ( sebagai alat komunikasi dan informasi produk kepada konsumen )
  4. Meningkatkan efisiensi ( memudahkan konsumen menghitung dari jumlah produk yang dikemas didalamnya)
  5. Menambah daya tarik konsumen.
  6. Mmperluas pemasaran
  7. Memberi kenyaman bagi pemakai.

Produk yang dikemas dengan baik, tidak hanya akan membuat produk awet tetai juga akan membangung brand image yang bersifat jangka panjang. Dalam hal ini lah, pemilihan kemasan harus disesuaikan denan pertimbangan target market dan budget pemasaran yang telah disediakan.

Mengenal Apa Itu Branding

Brand dan branding mempunyai pengertian yang berbeda. Tetapi saat  ini terdapat kerancuan dalam 2 nama tersebut. Brand merupakan merk yang dimiliki oleh sebuah perusahaan, sedangkan branding adalah kumpulan kegiatan yang dilakukan untuk membangun brand itu sendiri.

Pada saat ini,Branding mempunyai peranan yang tinggi dalam sebuah perusahaan. Karena hubungan antara produsen dan konsumen tidak hanya sekedar dalam menjual produk hingga laku, tetapi lebih pada kepercayaan konsumen kepada produsen mengenai produk yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut sehingga menimbulkan hubungan yang baik dengan konsumen.

Tujuan Brand:

  1. Mampu menyampaikan pesan dengan baik
  2. Memastikan kredibilitas
  3. Mampu menghubungkan target pasar atau konsumen secara emosional
  4. Mampu menggerakan atau memotivasi konsumen
  5. Memastikan terciptanya kesetiaan pelanggan.

Apa yang harus dilakukan dalam menciptakan BRANDING ?

  1. Jika belum memiliki sebuah merk, maka buatlah merk untuk produk itu. Pilih nama yang menarik dan sesuai dengan pasar yang ditargetkan, sesuai dengan gambaran produk, dan nama yang mewakili perusahaan. Memang, pemilihan sebuah nama bagi sebuah produk sama pentingnya dengan menjaga kualitas dari produk yang kita pasarkan.
  2. Desain/gambar merk tersebut untuk bisa menarik sedemikian rupa. Nama/merk yang unik dan desain yang menarik tentu akan menjadi perpaduan yang sempurna dan akan menarik minat konsumen untuk mencoba membeli dan membeli lagi di kemudian harinya.
  3. Kemas produk seefektif dan seefisien mungkin. Gambarkan produk yang dapat dipercaya oleh konsumen dengan membubuhkan informasi sedemikian rupa yang dapat mewakili pertanyaan konsumen seperti apa bahan-bahan makanan tersebut, kandungan gizi, bahkan kemana harus mengadu apabila terjadi sesuatu dengan produk tersebut atau hanya mengirim kritik/saran bagi kemajuan produk.
  4. Setelah semua usaha dalam menyiapkan brand siap, lakukan pendekatan-pendekatan kepada konsumen berupa komunikasi baik komunikasi langsung maupun tidak langsung, komunikasi verbal maupun non verbal dan jenis komunikasi lainnya yang tentunya bersifat persuasif atau mengajak dengan cara sedemikian rupa agar mendapat perhatian konsumen dan berlanjut kepada pembelian produk. Usaha tersebut dapat berupa beriklan di koran, radio, televisi atau bahkan melakukan penjualan langsung (direct selling) dengan menggunakan tenaga-tenaga penjual yang handal.
  5. Jika semuanya telah terbangun, penting untuk tetap mengawasi brand dan branding itu sendiri untuk memastikan apakah brand dan branding yang telah dilakukan berjalan dengan baik dan membawa kemajuan bagi produk atau malah menjatuhkan produk tersebut.
  6. Jika terjadi kemerosotan, ada baiknya melakukan proses re-branding yaitu mengaudit jejak brand dan branding yang telah dilakukan di awal dan mencari apa yang salah dari proses branding sebelumnya, memperbaikinya dan menyebarnya kembali.

Branding merupakan proses yang panjang dari sebuah peusahaan, bahkan harus terdapat budgeting yang lumayan tinggi untuk menciptakan sebuah branding hingga menyentuh hati orang.